Jumat, 30 Oktober 2015

Analisa SWOT Potensi Perekonomian Bangsa Indonesia




Warren Buffet mengatakan : “Pengusaha  cermat selalu lebih mengantisipasi potensi resiko ketimbang hanya melulu memikirkan keuntungan, karena keuntungan akan datang dengan sendirinya setelah resiko diminimalisir”
Dalam kesempatan tulisan ini, saya akan mengaplikasikan teori SWOT (strength, weakness, opportunities and threat) pada perekonomian Indonesia. Penulis yakin bahwa konsep tersebut banyak pelaku bisnis sudah mengetahuinya. Ditambah lagi teori ini dapat diaplikasikan pada seluruh aspek kehidupan manusia, mulai management, keluarga, organisasi bahkan dapat menganalisa potensi suatu bangsa.
Secara garis besar, teori SWOT dibagi 2 yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah kondisi yang telah kita miliki yang mana dapat dikondisikan, diatasi dengan tindakan yaitu” strength dan weakness. Sedangkan faktor eksternal adalah kondisi yang dari luar system, negara yang hanya dapat diatasi dengan antisipasi, negosiasi, perundingan yaitu “opportunities dan threat”.
Sekarang, kita mencoba analisa SWOT potensi bangsa kita ini dengan mengambil salah satu tinjauan kasus. Diketahui bersama bahwa Belanda menjajah Indonesia untuk merampas hasil rempah tanah air kita karena bangsa Indonesia terkenal dengan kekayaan hasil buminya.Tetapi di lain pihak, Indonesia sampai sekarang masih lemah dalam infrastruktur. Dari 2 pernyataan tersebut terkesan bertentangan yang berarti mempunyai makna bahwa hasil bumi yang dihasilkan tanah air kita akan mempunyai biaya distribusi yang mahal ketika harus berhadapan dengan minimnya infrastruktur (lack of infrastructure).
Akhirnya sering kita temui import komoditi hasil bumi bisa lebih murah dari pada hasil bumi lokal, seperti: kedelai, buah-buahan, sampai beras pun pernah import.
Masih segar diingatan kita Indonesia jual gas ke China dengan harga sangat murah yang menjadi harga tetap (fixed price) dalam kontrak yang berlaku sehingga akhirnya pemerintah melakukan negosiasi ulang untuk menaikkan harga penjualan gas.
Ulasan di atas dapat memetakan analisa SWOT Indonesia sebagai berikut :
Strength (internal side)           :kaya hasil bumi
Weakness(internal side)
        :minim infrastruktur
Opportunity(external side)
    : target market di luar negri
Threat (external side)
            : berubahnya harga komoditi
Mengacu pada pernyataan Warren Buffet di atas, mari kita lebih fokus pada hal-hal yang mengandung potensi resiko dengan klasifikasikan pembobotan sebagai berikut :
Berubahnya harga komoditi bobot     : 4
Minim infrastruktur bobot
                  : 3
Target market di luar negeri bobot
    : 2
Kaya hasil bumi bobot                      
: 1
Pembobotan adalah skala prioritas yang harus lebih diperhatikan sebagai antisipasi resiko yang akan timbul, jadi bobot 4 harus didahulukan antisipasinya secara eksternal dan bobot 3 yang harus didahulukan penyelesaiannya dari sisi internal.
Secara eksternal , yang semestinya dilakukan bangsa Indonesia adalah mewaspadai kondisi global dari seluruh aspek baik ekonomi, pilitik, sosial dan budaya ketimbang hanya
selalu melihat target market tanpa memperhatikan hal-hal yang berpotensi menimbulkan resiko. Secara internal, yang semestinya dilakukan bangsa Indonesia adalah memperbaiki infrastruktur dahulu mulai jalan lintas provinsi, pelabuhan, telekomunikasi, sarana transportasi ketimbang eksploitasi hasil bumi habis-habisan yang akhirnya juga memiliki biaya yang tinggi dalam investasi karena lemahnya infrastruktur.
Dengan demikian, bangsa Indonesia harus bisa melihat potensi perekenomian dari sisi internal dan eksternal serta mampu klasifikasikan mana yang lebih mengandung resiko dan memberikan skala prioritas dalam menyikapinya. Penulis yakin bila kita telah mampu menganalisa secara SWOT maka arah perekonomian bangsa Indonesia akan sesuai dengan harapan kita semua.
Di bawah ini, mari kita aplikasikan Analisa SWOT untuk cadangan minyak Indonesia untuk menjawab tantangan industri minyak akhir-akhir ini, sebagai berikut :
Kita tidak mengerti, mengapa banyak program drilling, workover well, marginal field yang ditunda oleh body government karena alasan tidak efisien, disebabkan cost recovery nya tidak feasible. Padahal SBY-JK sudah menginstruksikan agar produksi minyak mentah harus 1 juta bopd (barrel oil per day) yang sekarang hanya dapat diproduksi 840,000 bopd. Berarti, terjadi miss link pada regulasinya, karenaArab Saudi, Malaysia, Nigeria dan Venezuela mampu mengeksplorasi minyak secara optimal dengan regulasi yang tepat, contoh : pihak asing hanya bertugas untuk mendapatkan cekungan minyak lalu dilanjutkan oleh National company seperti di Arab Saudi.
Berdasarkan research, crude oil reserve Indonesia masih mempunyai cadangan sekitar 20 sampai 30 tahun bila produksi 1 juta bopd. Namun bila peran regulasi tidak optimal maka cadangan minyak Indonesia hanyalah sebagai kapasitas terpasang saja. Sungguh sayang, hanya karena salah urus seolah-olah Indonesia menjadi miskin cadangan minyak sehingga harus mengimport dalam jumlah besar kekurangannya
klasifikasi Analisa SWOT :
Strength (internal side)
          :cadangan minyak
Weakness(internal side)
        :regulasi pemerintah
Opportunity(external side)
    : berkembangnya teknologi
Threat (external side)
            : berubahnya harga komoditi
Secara sisi internal, maka tindakan prioritas yang harus ditempuh adalah bagaimana melahirkan regulasi optimal supaya produksi minyak dapat mencapai target, ketimbang hanya eksplorasi terus tanpa mengantisipasi kelayakan ekonomisnya
Dari sisi eksternal, bangsa Indonesia harus cepat menyerap teknologi perminyakan ketimbang hanya menikmati tingginya harga minyak tanpa antisipasi yang komprehensif bila harga turun .
Pemetaan analisa SWOT Negara Singapore, China dan Jepang
Singapore, China dan Jepang jua telah menerapkan SWOT analysis. Ketiga Negara ini sangat paham dengan potensi mereka sehingga akhirnya mampu
Strength
         : infrastruktur memadai
Weakness
      : hasil bumi atau bahan baku terbatas
Opportunity
   : target market di luar negri
Threat
            : berubahnya harga komoditi
Singapore sukses dengan industri informasi teknologi serta jasa pelayanan (pelabuhan, airport, transit gudang). Dengan pemetaan SWOT tersebut membuka mata mereka mampu melihat peluang untuk menciptakan negaranya sebagai tempat persinggahan baik barang maupun otrang dari seluruh dunia. Dengan demikan, pemerintah Singapore berani membangun infrastruktur informasi teknologi canggih, fasilitas pelabuhan skala besar, airport modern, pusat perbelanjaan lengkap. Akhirnya para pendatang yang singgah mendapatkan suatu kenyamanan ketika sedang berada di Singapore.
Jepang sukses dengan industri otomatif dan China sukses dengan industri manufaktur karena mampu melewati resiko perubahan harga barang dan jasa pada kondisi perekonomian global serta juga mampu memproduksi barang-barang industri walaupun dengan mengimport bahan baku atau hasil bumi yang tidak dimiliki.
Selanjutnya mari kita lihat latar belakang sekilas ke-3 negara Singapore, China dan Jepang dan Indonesia sebagai berikut :
1. Singapore adalah city state yang penduduknya hanya sekitar 3 juta, tidak adanya sumer daya alam, hasil bumi dan lahan yang sempit. Sehingga Singapore harus import pasir untuk reklamasi pantainya. Sebelumnya juga pernah menjadi negara developing country
2. China adalah bekas negara tirai bambu yang tidak menerima kemajuan dari barat atau Amerika. Dengan penduduknya yang lebih dari 1 milyard juga merupakan potensi terjadinya skala pemogokan besar-besaran. Di tambah lagi iklim wilayah utara China juga tidak bersahabat bisa dingin sekali atau panas yang tinggi.
3. Jepang adalah negara yang pernah dibom tahun 1945 pada daerah industry Hiroshima dan Nagasaki, sempat mereka mengalami trauma yang akhirnya Jepang mengaku kalah tanpa syarat atas beberapa negara jajahannya seperti China dan Indonesia
4. Latar belakang bangsa Indonesia adalah sebuah negara yang pernah dijajah Belanda dan Jepang lalu merdeka tahun 1945. Pernah juga mengalami pemberontakan dalam negeri gestapu PKI tahun 1965.
Jadi bila kita bandingkan dari latar belakang ke-4 negara : Indonesia, Singapore, China dan Jepang masing-masing mempunyai pengalaman pahit pada masa sebelumnya. Namun yang membedakan adalah Singapore, China dan Jepang dapat dengan jeli memilah kekuatan dan kelemahan bangsa mereka secara internal maupun eksternal. Ditambah lagi, paradigma mereka secara integral adalah memulai dari antisipasi resiko ketimbang melulu memikirkan keuntungan. Sementara Indonesia selalu terbuai dengan dengan kekayaan sumber daya alam, suburnya tanah air tetapi lupa akan perbaikan infrastruktur, pelayanan publik dan antisipasi perubahan kondisi global.
Mari kita ubah paradigma dengan mulai kita memilah kekuatan dan kelemahan secara comprehensive lalu dengan mengacu dengan konsep Warren Buffet untuk mengantisipasi resiko lebih dahulu ketimbang hanya memikirkan keuntungan semata.Dengan melihat kenyataan ini, maka bangsa Indonesia harus cepat mencontoh 3 negara tersebut.Tidak perlu tunggu kapan, dan harus mulai dari diri sendiri. Yang perlu kita ingat : Sumber daya yang kaya tidak akan berarti bila tidak dikelola dengan system yang jit
u. Mari kita terus berjuang untuk pembangunan ekonomi yang berkesinambunganan.
Sumber referensi :

Selasa, 20 Oktober 2015

PENGARUH ALIRAN CASH FLOW DI INDONESIA TERHADAP PERTUKARAN NILAI RUPIAH DAN USD


PENGARUH ALIRAN CASH FLOW DI INDONESIA TERHADAP PERTUKARAN NILAI RUPIAH DAN USD


Melemahnya nilai tukar rupiah
Nilai tukar atau dikenal  sebagai kurs dalam keuangan adalah sebuah perjanjian yang dikenal sebagai nilai tukar mata uang terhadap pembayaran barang atau jasa pada saat kini atau di kemudian hari. Nilai tukar merupakan salah satu indicator kondisi perekonomian suatu negara. Ketidakstabilan nilai tukar dalam beberapa waktu lalu cenderung memperlihatkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dollar semakin melemah , hal ini disebabkan beberapa faktor antara lain :

  • Neraca perdagangan tahun ini defisit karena lebih besar impor daripada ekspor.
  • Neraca transaksi berjalan juga mengalami defisit karena pembayaran-pembayaran utang luar negeri yang banyak jatuh tempo.
  • Cadangan devisa yang menurun , Saat ini, cadangan devisa Indonesia per Agustus 2013 tercatat sekitar 97 miliar dollar AS, jumlahnya terus menurun dari nilai sebelumnya di awal tahun USD 106 Milyar .
  • Beberapa kebijakan ekonomi pemerintah tidak cukup efektif dalam mengatasi masalah ini .
  • Para petinggi negeri yang bertanggung jawab atas ekonomi sibuk dengan urusannya masing-masing (politik).
  • Budiono sibuk menghadapi skandal Bank Century, Hatta Rajasa sibuk politik, Gita Wirjawan sibuk konvensi Partai Demokrat. Hal ini menyebabkan kondisi perekonomian Pada 2014 semakin auto pilot.
  • Meningkatnya kebutuhan dollar karena adanya pembayaran barang2 impor serta pembayaran utang yang jatuh tempo pada akhir bulan dari perusahaan-perusahaan di Indonesia
Nilai tukar sebuah mata uang ditentukan oleh hubungan penawaran-permintaan (supply-demand) atas mata uang. Jika permintaan atas sebuah mata uang meningkat, sementara penawarannya tetap atau menurun, maka nilai tukar mata uang itu akan naik. Kalau penawaran sebuah mata uang meningkat, sementara permintaannya tetap atau menurun, maka nilai tukar mata uang itu akan melemah. Dengan demikian, Rupiah melemah karena penawaran atasnya tinggi, sementara permintaan atasnya rendah.
Faktor yang menyebabkan penawaran atas rupiah tinggi, sementara atasnya rendah adalah keluarnya sejumlah besar investasi portofolio asing dari Indonesia. Keluarnya investasi portofolio asing ini akan menurunkan nilai tukar Rupiah, karena dalam proses ini, investor menukar Rupiah dengan mata uang negara lain untuk diinvestasikan di negara lain. Maka akan terjadi peningkatan penawaran atas Rupiah.

Dampak Melemahnya Rupiah
Banyak sekali dampak yang di ciptakan dari penurunan nilai tukar rupiah baik yang positif maupun negative.Dampak negatif penurunan nilai tukar adalah secara efektif akan menurunkan daya beli (permintaan) konsumen terutama masyarakat berpendapatan menengah dan rendah (miskin). Dampak penurunan permintaan ini akan mendorong menurunnya produksi barang dan jasa.Bahaya lain yang datang setelah depresiasi rupiah (devaluasi) melalui mekanisme pasar adalah bahaya inflasi. Indonesia masih banyak mengimpor bahan baku dan barang modal yang cukup besar. Karena harga dollar yang relatif lebih mahal dibading dengan rupiah, maka merosotnya nilai rupiah di satu pihak mendorong ekspor, akan tetapi melalui time-lag tertentu (2-3 tahun) akan bersifat inflatoar kerena sifat cost-push inlfation tersebut. Kalau Indonesia tidak mampu mengurangi impor serta meningkatkan pruduktifitas ekonomi dan ekspor maka bahaya inflasi akan segera dihadapi karena sifat cost-push inflation tersebut. Faktor musim kemarau panjang, kebakaran hutan, bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir bandang, serta faktor alam lain akan dapat memperburuk keadaan ekonomi terutama meningkatnya harga barang konsumsi yang berakhir pada peningkatan inflasi.
Melemahnya nilai rupiah terhadap dollar dipastikan berdampak terhadap sektor pertanian dan agribisnis. Bagi perusahaan-perusahaan yang menggunakan bahan bakunya dari dalam negeri, gejolak keuangan mungkin tidak berpengaruh demikian besar, dan apabila sebagian besar output diekspor, maka akan memiliki dampak positif. Namun, apabila perusahaan menggunakan bahan baku yang diimpor dari luar negeri, maka implikasi gejolak keuangan akan berpengaruh terhadap struktur biaya (meningkatkan biaya per unit input dan output) yang lebih besar. Apabila pasarnya dalam negeri, maka akan semakin suram. Dalam kondisi ini, gejolak keuangan berpengaruh negatif terhadap kinerja perusahaan yang bersangkutan.

Solusi
Dengan adanya masalah menurunnya nilai tukar Rupiah di atas dengan penyebab dan dampaknya,  tentunya kita telah mengetahui dengan jelas bahwa nilai Rupiah mungkin akan lebih jatuh lagi apabila tidak ada tindakan penyelesaian yang efektif dan efisien. Salah satu solusi yang dapat kita peroleh adalah dengan memancing investor-investor asing untuk masuk ke Indonesia dan meningkatkan nilai Ekspor barang serta mengurangi Impor barang. Investasi asing yang menurun akhir-akhir ini, seperti disebutkan di atas, jelas-jelas mengurangi nilai tukar Rupiah. Investor asing yang menanamkan investasinya ke Negara Indonesia ini harus dipancing agar kembali dan diusahakan agar bertambah jumlahnya dangan terbukanya pasar saham dengan tawaran yang menarik dan meyakinkan.
Sumber referensi :

Jumat, 30 Januari 2015

Figo Daftarkan Pengusungnya untuk Jadi Presiden FIFA

Sabtu, 31 Januari 2015 | 01:21 WIB
LONDON, Kompas.com - Mantan pemain internasional Portugal, Luis Figo, telah mendaftarkan pengusungnya untuk menjadi salah satu kandidat presiden FIFA dan telah mengamankan enam nominasi untuk pencalonannya. Demikian pernyataan Figo, Jumat (30/1/2015).

Pengusung-pengusung untuk pemilihan presiden tahun ini ditutup pada pukul 23.00 GMT pada Kamis dan Figo, yang dua kali terpilih sebagai Pemain Terbaik Dunia, bertekad untuk menggeser pejabat petahana Sepp Blatter.

"Saya sangat gembira untuk mengonfirmasi bahwa enam nominasi saya telah diantarkan ke FIFA pada pekan ini menjelang tenggat waktu," kata Figo melalui Twitter.

"Saya ingin berterima kasih kepada kolega-kolega dan teman-teman saya dari federasi-federasi pengusung dan seluruh keluarga sepak bola yang telah memberi dukungan mereka terhadap saya."

Portugal dan Denmark secara terbuka mendukung pencalonan pria berusia 42 tahun tersebut pada pekan ini. Figo merupakan mantan bintang Barcelona, Real Madrid dan Inter Milan.

Pangeran Ali bin Al Husein asal Jordania, Michael van Praag asal Belanda, dan dua pria Perancis Jerome Champagne serta David Ginola, juga diharapkan mendaftarkan pengusung mereka menjelang tenggat waktu.

SumberReuters  
http://bola.kompas.com/read/2015/01/31/01211888/Figo.Daftarkan.Pengusungnya.untuk.Jadi.Presiden.FIFA
              

10 Profesi yang Terancam Punah, Digantikan Mesin


Shutterstock
Ilustrasi bekerja di kantor
KOMPAS.com — Dengan berjalannya waktu dan semakin canggihnya teknologi, pekerjaan yang biasanya dikerjakan dengan menggunakan tenaga manusia diprediksi akan tergantikan.

Menurut analisis dari Glassdoor, situs komunitas pencari kerja, otomatisasi akan meningkat drastis pada tahun 2033 mendatang. Pada saat itu, Glassdoor mengklaim sebanyak 47 persen dari pekerjaan yang ada saat ini akan diambil alih oleh tenaga mesin.

"Di masa depan, tampaknya kebanyakan dari pekerjaan yang ada saat ini, dari kasir keteller, akan diotomatisasi dan kebutuhan untuk orang sungguhan mengerjakan peran tersebut tidak akan diperlukan lagi saat teknologi sudah mampu dan mengambil tanggung jawab tersebut," kata Scott Dobroski, Ahli Komunitas Glassdoor.

Menurut Dobroski, ada beberapa jenis pekerjaan dengan keterampilan rendah, sepertitelemarketer, dapat digantikan dengan mudah oleh tenaga mesin.

Namun, pekerjaan yang membutuhkan kreativitas atau kemampuan sosial tinggi tidak akan tergantikan dengan mudah.

"Perencana pernikahan (wedding planner), sebagai contohnya, tidak berisiko untuk diotomatisasi seluruhnya karena kreativitas, komunikasi, dan kemampuan multitaskingdibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan," lanjut Dobroski.

Ingin tahu prediksi pekerjaan-pekerjaan apa saja yang bisa saja punah, tergantikan oleh tenaga mesin dalam beberapa tahun mendatang? Berikut 10 pekerjaan yang mungkin tergantikan, seperti dikutip dari Mashable.

1. Teller bank

Peran dari pekerjaan yang satu ini sudah mulai digantikan oleh mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Saat ini, nasabah bank dapat mengambil uang tunai, transfer dana, membayar tagihan, hingga membeli pulsa melalui mesin ATM. Melalui sebuah mesin khusus lainnya, nasabah pun dapat menyetor uang tunai ke rekeningnya.

Menurut Mark Gilder, Director of Distribution Strategy Citibank, saat ini setidaknya 85 persen pekerjaan teller bank dapat dilakukan di ATM.

Meskipun begitu, jenis pekerjaan ini masih belum digantikan oleh mesin sepenuhnya. Menurut Bureau of Labor Statistics (BLS) AS, tidak ada perubahan yang terlalu signifikan pada jumlah tenaga kerja ini hingga tahun 2022 mendatang.

2. Kasir

Kasir merupakan salah satu contoh lain pekerjaan yang dapat digantikan dengan mesin. Beberapa toko besar di AS dan negara-negara Barat lainnya sudah menyediakan sebuah mesin khusus untuk layanan mandiri para pembelinya.

Nantinya, para pembeli bisa memindai dan melakukan pembayaran secara mandiri melalui mesin tersebut. Hingga saat ini, mesin mandiri tersebut diketahui sudah berjumlah 430.000 unit di seluruh dunia, meningkat hingga empat kali lipatnya dari tahun 2008 lalu.

3. Resepsionis

Tugas menerima panggilan telepon yang biasanya dimiliki oleh resepsionis saat ini sudah mulai dikerjakan oleh mesin penjawab atau sistem asisten virtual. Salah satu sistem yang mulai terkenal adalah virtual receptionist.

Di negara dengan teknologi maju seperti Jepang, peran resepsionis bahkan sudah tergantikan robot sungguhan.

4. Operator telepon

Sama seperti resepsionis, tugas penerima panggilan dari konsumen sudah mulai tergantikan mesin penjawab otomatis.

5. Tukang pos

Peran surat berbentuk fisik saat ini sudah tergantikan oleh e-mail atau surat elektronik. Selain lebih hemat, tidak menggunakan prangko, kertas, dan lain-lain, e-mail dapat terkirim hanya dalam hitungan detik saja.

6. Agen perjalanan (travel agent)

Beberapa tahun lalu, konsumen harus pergi ke agen perjalanan apabila ingin memesan tiket pesawat. Namun, kini konsumen dapat melakukannya sendiri melalui situs maskapai yang ingin digunakan.

Selain lebih praktis, konsumen dapat memilah sendiri, tiket mana yang paling murah.

7. Juru ketik

Peran juru ketik untuk masa depan diprediksi akan tergantikan oleh mesin atau softwarepengenal suara. Saat ini, para ahli dan perusahaan teknologi raksasa terus mengembangkan dan menyempurnakan sistem tersebut.

8. Reporter 

Dengan meningkatnya layanan blog dan media online, profesi reporter media cetak atau koran diprediksi akan terus menurun.

Perangkat lunak pun kini sudah mulai dapat digunakan untuk menulis artikel. Sebagai contoh, The New York Times menggunakan teknologi situs web semantik untuk membuat pengumuman pernikahan.

Alih-alih seorang reporter menulis berita pernikahan, para pembaca dapat memasukkan informasi sendiri melalui dunia maya, seperti informasi pengantin, pekerjaan, dan banyak lagi. Informasi tersebut nantinya akan diatur sedemikian rupa oleh sebuah perangkat lunak untuk dijadikan sebuah artikel pengumuman pernikahan.

9. Penginput data (data entry)

Peran pekerjaan ini dapat digantikan oleh software pengenal suara, sama seperti juru ketik.

10. Telemarketer   

Tidak berbeda dari resepsionis, peran telemarketer juga bisa digantikan oleh sistem mesin penjawab otomatis.
Sumber: Mashable.com 
              http://tekno.kompas.com/read/2014/01/29/1727369/10.Profesi.yang.Terancam.Punah.Digantikan.Mesin